Sukses Barcelona menyabet gelar juara La Liga membuat Josep Guardiola
kembali masuk sejarah klubnya. Ia menjadi pelatih keempat yang
memenangi dua titel beruntun di dua tahun pertamanya.
Musim
lalu, Guardiola menjadi pelatih ketujuh Barca yang memenangi titel
juara di musim pertamanya. Tetapi keberhasilan dia membawa Lionel Messi
dkk. mempertahankan gelar bikin dia masuk ke jajaran yang lebih elit.
Soalnya sebalum dia cuma ada tiga pelatih yang pernah menorehkan
prestasi yang sama.
Enrique Fernandez adalah pelatih
pertama yang berhasil menorehkan rekor tersebut. Pria kebangsaan Uruguay
yang melatih antara tahun 1947 dan 1950 tersebut berhasil meraih gelar
juara pada musim 1947-48 dan 1948-49.
Selanjutnya adalah
Helenio Herrera yang membuka perjalanan karirnya dengan manis di Nou
Camp. Pelatih asal Argentina ini mengantarkan El Barca juara pada
1958-59 dan 1959-60.
Louis Van Gaal berhasil menambahkan
namanya ke dalam sejarah ini dengan selang waktu nyaris 40 tahun
lamanya. Entrenador Belanda itu membawa tim ke tangga juara di musim
1997-98 serta 1998-99.
Ada satu hal yang bikin Guardiola
lebih spesial di rekor ini. Pelatih yang kerap dipanggil Pep tersebut
merupakan orang Catalan pertama yang sukses masuk di daftar itu.
Kini
sebuah tantangan lain menanti Guardiola yang bakal membuat rekornya
sulit disamai pelatih manapun. Apabila Los Cules menjadi juara lagi
musim depan, ia bakal jadi pelatih pertama dalam sejarah Barca yang
sukses mencetak hat-trick gelar di tiga musim pertamanya.
Adapun
tiga pelatih lain yang pernah mengantar Barcelona memperoleh gelar
secara beruntun. Tetapi prestasi itu dibukukan bukan pada musim pertama
kepelatihan mereka.
Ferdinand Daucik yang melatih pada
kurun 1950-1954 mempersembahkan gelar pada 1951-52, 1952-53. Nama kedua
diisi Johan Cruyff yang empat kali mendatangkan gelar pada musim
1990-91, 1991-92, 1992-93, 1993-94 selama masa jabatannya di periode
antara 1988-1996. Frank Rijkaard (2003-2008) dua kali mengantar gelar
beruntun pada 2004-05, 2005-06. Demikian dikutip dari situs resmi
Barcelona.
Kamis, 24 November 2016
punya tradisi untuk mencari striker pelapis untuk trio penyerang yang
jadi ujung tombak serangan. Dengan formasi 4-3-3, Barcelona biasanya
sudah punya starter yang solid di lini depan.
Musim ini, Barcelona pun mencari striker pelapis untuk trio Messi, Suarez dan Neymar (MSN). Ada dua pemain yaitu striker Atletico, Lucas Vietto dan striker Sevilla, Kevin Grameiro yang diincar.
Masalahnya, adakah pemain yang rela jadi pemain pelapis saja? Seperti dilansir Marca, Barcelona sedang mencari pemain yang seperti Henrik Larsson di musim 2004/05 hingga 2005/06.
Sejak Larrson sulit mencari pemain yang rela jadi pelapis. Pedro Rodriguez misalnya rela hengkang ke Chelsea asalkan bisa jadi starter.
Sedangkan Alexis Sanchez dipinang Arsenal setelah posisi tergusur oleh kedatangan Luis Suarez dari Liverpool pada musim 2014/15.
Larrson diboyong Barcelona pada 2004. Dia dibeli dengan status free transfer dari Glasgow Celtic. Tak jarang, Larsson tampil sebagai elemen penting untuk gantikan trio Samuel Eto'o, Ronaldinho dan Lionel Messi.
Kelelahan salah satu masalah yang dialami Barcelona musim lalu. Ini yang coba diatasi dengan memboyong pemain pelapis.
Musim ini, Barcelona pun mencari striker pelapis untuk trio Messi, Suarez dan Neymar (MSN). Ada dua pemain yaitu striker Atletico, Lucas Vietto dan striker Sevilla, Kevin Grameiro yang diincar.
Masalahnya, adakah pemain yang rela jadi pemain pelapis saja? Seperti dilansir Marca, Barcelona sedang mencari pemain yang seperti Henrik Larsson di musim 2004/05 hingga 2005/06.
Sejak Larrson sulit mencari pemain yang rela jadi pelapis. Pedro Rodriguez misalnya rela hengkang ke Chelsea asalkan bisa jadi starter.
Sedangkan Alexis Sanchez dipinang Arsenal setelah posisi tergusur oleh kedatangan Luis Suarez dari Liverpool pada musim 2014/15.
Larrson diboyong Barcelona pada 2004. Dia dibeli dengan status free transfer dari Glasgow Celtic. Tak jarang, Larsson tampil sebagai elemen penting untuk gantikan trio Samuel Eto'o, Ronaldinho dan Lionel Messi.
Kelelahan salah satu masalah yang dialami Barcelona musim lalu. Ini yang coba diatasi dengan memboyong pemain pelapis.
Lionel Messi telah mencetak 100 gol untuk FC Barcelona dalam berbagai ajang antarklub internasional. Dua gol teranyar diciptakan ke gawang Celtic pada laga fase grup Liga Champions, Rabu (23/11/2016).
Dwigol dari megabintang berusia 29 tahun tersebut membawa Barcelona menang 2-0 atas Celtic, sekaligus lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
Gol pertama Messi tercipta melalui sepakan setengah voli pada menit ke-24. Adapun torehan keduanya berasal dari eksekusi penalti, 10 menit setelah babak kedua bergulir.
Dengan demikian, Messi tercatat telah mencetak 100 gol untuk Barcelona di seluruh ajang antarklub internasional, yakni Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Eropa.
Uniknya, gol pertama Messi ke gawang Celtic juga merupakan gol ke-400 Barcelona sepanjang era kepelatihan Luis Enrique.
"Messi selalu tampil bagus seperti biasanya," ujar Enrique seusai pertandingan seperti dilansir dari situs resmi klub.
Pada musim ini, Messi telah menorehkan sembilan gol di Liga Champions, disusul striker Paris Saint-Germain (PSG) Edinson Cavani dengan catatan empat gol lebih sedikit.
Barcelona
pada Selasa (19/7/2016) waktu setempat resmi memperpanjang durasi
kontrak dua pemain muda, Munir El Haddadi (20) dan Sergi Samper (21).
Kedua pemain tersebut sama-sama menerima perpanjangan kontrak hingga 30 Juni 2019.
Perbedaannya terdapat pada klausul penjualan. Samper dipatok harga minimum seharga 50 juta euro, sedangkan Munir lebih besar, 60 juta euro.
Munir dan Samper merupakan pemain jebolan La Masia dan masuk dalam tim inti El Barca dalam beberapa musim terakhir.
Munir menjadi pelapis dari trio penyerang Barca yakni Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez, pada musim 2015-2016. Pemain kelahiran Madrid tersebut mengemas 9 gol pada musim lalu
Kedua pemain tersebut sama-sama menerima perpanjangan kontrak hingga 30 Juni 2019.
Perbedaannya terdapat pada klausul penjualan. Samper dipatok harga minimum seharga 50 juta euro, sedangkan Munir lebih besar, 60 juta euro.
Munir dan Samper merupakan pemain jebolan La Masia dan masuk dalam tim inti El Barca dalam beberapa musim terakhir.
Munir menjadi pelapis dari trio penyerang Barca yakni Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez, pada musim 2015-2016. Pemain kelahiran Madrid tersebut mengemas 9 gol pada musim lalu
Selasa, 19 Juli 2016
Laga kontra Celtic dini hari tadi menandai sukses Neymar menyamai rekor assist dalam satu musim Liga Champions.
Meski baru November, tapi suplai bola yang berujung gol pembuka dari Lionel Messi melawan Celtic merupakan assist ketujuh striker internasional Brasil ini di kampanye terkini.
Saat laga berjalan 24 menit, mantan bintang Santos itu memberikan umpan sempurna kepada rekan setimnya di Barcelona yang kemudian melesakkan bola ke tiang dekat Craig Gordon.
SIMAK JUGA: Bibier Ikut Berlatih Di Barcelona
Catatan Neymar ini dinilai lebih impresif mengingat ia meraihnya dalam lima pertandingan. Statistik pemain 24 tahun ini sangat terbantu ketika ia mencatat empat passing di laga pembuka Grup C melawan Celtic, sebelum menyuplai umpan untuk gol penyeimbang Arda Turan di Borussia Monchengladbach dan gol Messi saat kalah dari Manchester City.
Ia menjadi pemain keempat yang memberikan tujuh assist semusim, sebelumnya ada Xavi yang mengukir rekor tersebut bersama Barcelona pada 2008/09, sementara Mesut Ozil dan Zlatan Ibrahimovic juga mencatatnya masing-masing di musim 2010/11 dan 2012/13.
Langganan:
Postingan (Atom)




